Benner

RENUNGAN HARIAN KATHOLIK 7 SEPTEMBER 2023 BERTOLAK LAH LEBIH DALAM BERSAMA TUHAN YESUS

 *Pekan Biasa XXII*

Kamis, 7 September 2023


Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:


Bacaan I : Kol 1: 9 - 14

Bacaan Injil: Luk 5: 1 - 11



 











*<<<Renungan hari ini>>>*


Saudara-saudari terkasih


Pernahkah bapak, ibu dan mengalami hal ini? Kita sudah berusaha maksimal tapi sepertinya yang kita lakukan itu tampak sia-sia dan tidak menghasilkan apa-apa. Padahal, kita sudah terjun di bidang itu sudah cukup lama. Kita sudah berinovasi dan mengembangkan sumber daya yang ada tapi tetap tidak menghasilkan apa-apa. Lalu, kita bertanya: apa yang kurang?


Hal serupa dialami oleh Petrus dan teman-teman. Kapalnya dinaiki oleh Tuhan Yesus. Setelah mengajar, Ia meminta Petrus untuk bertolak lebih dalam dan menebarkan jala. Petrus menjawab, ”Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa.” Petrus yang bukan “ anak kemarin sore” sudah berpengalaman dan sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi, saat itu ia tidak menangkap apa-apa dan tidak menghasilkan apa-apa. Semalaman, ia bergulat dengan teman-temannya tapi tanpa Tuhan Yesus.


Setelah Tuhan Yesus menaiki perahu Petrus, sekarang Tuhan Yesus ada di perahunya. Tuhan Yesus memintanya untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam dan menempatkan jala untuk menangkap ikan. Kelanjutan jawaban Petrus kepada Tuhan Yesus, “... tetapi Engkau yang menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Petrus menyadari kehadiran Tuhan Yesus dan menaati apa yang dikatakan-Nya. Lalu, apa yang terjadi? Mereka menangkap ikan dalam jumlah yang besar dan jalannya hampir koyak. 


Setelah banyak hal terjadi, seketika hati Petrus berubah dan ia berkata, “Tuhan, Pergilah padaku karena aku ini orang berdosa.” Petrus menangkap keilahian Tuhan Yesus. Pribadi Tuhan Yesus melampaui kemanusiaannya. Ia menyadari keberdosaannya dan ketidaklayakan di hadapan Tuhan Yesus. Perubahan hati Petrus ditangkap oleh Tuhan Yesus. Lalu, Tuhan Yesus menetapkan Petrus dari penjala ikan menjadi penjala manusia beserta Andreas, Yakobus dan Yohanes.


Saat ini, Tuhan Yesus mengajak kita semua untuk bertolak ke tempat lebih dalam dan menghidupi kasih-Nya dalam perjuangan hidup kita sehari-hari. Kita yang sudah dibaptis diajak Tuhan Yesus untuk kembali kepada-Nya, untuk lebih mengenal Tuhan Yesus dan untuk menjalin relasi mendalam secara pribadi dengan-Nya saat kita bertolak ke tempat lebih dalam. Saat kita sungguh melakukannya, hati kita diubah oleh Tuhan Yesus seperti Petrus. Dan Tuhan Yesus mengutus kita untuk memberitakan kabar gembira dengan hidup kita dan menyelamatkan orang lain bersama-Nya.


Saudara-saudari terkasih

Bertolaklah ke tempat lebih dalam bersama Tuhan Yesus

Tuhan Yesus mengubah hatimu untuk mencintai-Nya lebih dalam lagi di perjuangan hidup kita sehari-hari…

RENUNGAN HARIAN KATHOLIK 6 SEPTEMBER 2023 Tuhan Yesus hadir dan bekerja dalam ketulusan hati kita

 *Pekan Biasa XXII*

Rabu, 6 September 2023


Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:


Bacaan I     : Kol 1: 1 - 8

Bacaan Injil: Luk 4: 38 - 44




 










*<<<Renungan hari ini>>>*


Saudara-saudari terkasih


Di balik apa yang kita lakukan setiap hari itu menyiratkan sesuatu. Contohnya:  saat seseorang terus-menerus membantu orang dengan tulus, orang bisa melihat dan merasakan ketulusan hatinya. Saat ia ditanya, mengapa ia berbuat baik?  Ia bisa menyatakan alasannya secara pribadi. Perbuatan baik yang terus-menerus mengungkapkan apa yang menggerakkan di dalam hatinya.


Hari ini pun banyak orang bahkan setan bisa melihat dan merasakan ketulusan hati Tuhan Yesus. Mereka mengungkapkan dengan berteriak:  “Engkau adalah anak Allah”. Dari apa yang diperbuat Tuhan Yesus, mereka tahu bahwa Tuhan Yesus itu Mesias yang dinantikan selama ini. Namun,  Tuhan Yesus melarang mereka untuk membicarakannya.


Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus menyiratkan bahwa Ia itu Anak Allah. Hal itu tampak pada perbuatan-Nya yang sudah di luar kemampuan manusia.  Sakit-penyakit, Ia sembuhkan. Setan-setan pun, Ia usir dari orang yang kerasukan dengan kuasa Allah Maha Tinggi. Dengan kata-kata dan penumpang tangan-Nya, Tuhan Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan banyak orang.


Saat ini,  kita pun bisa meneladan apa yang dilakukan Tuhan Yesus.  Dengan  kata-kata, perbuatan baik dan kehadiran kita yang tulus, kita bisa menyembuhkan dan menyelamatkan orang lain. Ketulusan hati kita bersumber pada ketulusan hati Tuhan Yesus dalam menghidupi misi-Nya di dunia ini. Ketulusan hati kita bisa menyentuh, menyembuhkan, menyelamatkan dan menggerakkan orang lain untuk lebih mengenal dan dekat dengan Tuhan Yesus.


Saudara-saudari terkasih

Lakukanlah semuanya dengan tulus hati

Tuhan Yesus hadir dan bekerja dalam ketulusan hati kita…

RENUNGAN HARIAN KATHOLIK 5 SEPTEMBER 2023 hidup jujur berjuang Dengan Tuhan

 *Pekan Biasa XXII*

Selasa, 5 September 2023


Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:


Bacaan I     : 1 Tes 5: 1 - 6. 9 - 11

Bacaan Injil: Luk 4: 31 - 37



 











*<<<Renungan hari ini>>>*


Saudara-saudari terkasih


_Jaim_ atau jaga _image_ menjadi sarana untuk menyembunyikan sifat asli seseorang. Contohnya: Seorang anak yang sebenarnya sering membolos sekolah. Ia mengatakan kepada orang tuanya kalau ia rajin belajar dan rajin masuk sekolah. Namun, apa yang ia katakan berbeda dengan kenyataannya. Ia hanya ingin punya _image_ yang baik dari orang tuanya tapi semua itu menipu, manipulatif dan tidak jujur.


Hal berbeda dialami oleh Tuhan Yesus hari ini. Ada seorang pemuda kerasukan setan datang kepada-Nya. Setan itu mengungkapkan kebenaran sejati dan mengakui bahwa Tuhan Yesus itu yang kudus dari Allah. Hal ini menunjukkan kejujuran dan kesejatian Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sungguh menjadi dirinya dan hidup sesuai dengan kehendak Allah Bapanya Tuhan Yesus memenuhi apa yang sudah direncanakan Allah Bapa-Nya yaitu untuk  mengabarkan kabar gembira, menebus dan menyelamatkan kita semua.


Saat ini, Tuhan Yesus mengajak kita untuk hidup dengan jujur dan menghadirkan kesejatian jati diri kita dalam perjuangan hidup sehari-hari. Kita  yang sudah dibaptis sudah ditebus dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus dengan misteri paskahnya: sengsara, mati di Kayu Salib dan bangkit pada hari ketiga. Kita diajak-Nya untuk menghidupi apa yang sudah diteladani-Nya dengan hidup berintegritas. Hidup berintegritas itu apa yang tampak dalam perbuatan sehari-hari itu sungguh memancar dari hati kita yang baik, dekat dan bersatu dengan Tuhan Yesus. Semua ini membutuhkan rahmat dari Tuhan dan kita bekerja sama dengan rahmat itu dalam perjuangan hidup sehari-hari seumur hidup.


Saudara-saudari terkasih

Jujurlah dengan hidupmu dan hadirkanlah kesejatian jati diri kita sebagai anak-anak kesayangan Tuhan Yesus dalam perjuangan hidup sehari-hari 

Tuhan Yesus menyambut kita dengan gembira…

RENUNGAN HARIAN 4 SEPTEMBER 2023 TUHAN SELALU HADIR DALAM SETIAP KEADAAN YANG KITA ALAMI DALAM HIDUP INI

 *Pekan Biasa XXII*

Senin, 4 September 2023


Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:


Bacaan I     : 1 Tes 4: 13 - 17a

Bacaan Injil: Luk 4: 16 - 30



 











*<<<Renungan hari ini>>>*


Saudara-saudari terkasih


Seringkali kita mengharapkan pertolongan Tuhan dalam hidup tapi kita sudah tidak melakukan apa-apa. Setelah sekian lama kita tidak melakukan apa-apa, kita bisa mengeluh kalau Tuhan sudah tidak sayang lagi dan Tuhan meninggalkan kita. ini bisa membuat kita frustasi dan putus harapan. Kita bisa bertanya: Lalu apa yang sudah kita lakukan agar kita mendapatkan pertolongan Tuhan?  Di sisi lain, kita sudah berusaha sekuat tenaga dengan berbagai usaha namun pertolongan Tuhan sepertinya tidak kunjung hadir dan akhirnya kita jatuh pada frustasi dan putus harapan. Kita menjadi tidak percaya lagi dengan kuasa Tuhan. Lalu kita mencari kuasa-kuasa yang lain.


Hari ini, nubuatan para nabi khususnya Nabi Yesaya tergenapi setelah Tuhan Yesus membacanya:  “Roh Tuhan ada padaku… .”   Roh Tuhan pun ada di hati kita. Saat kita dibaptis, kita sudah diberi diberi Roh Tuhan,  Roh Kudus. Roh Kudus mendorong kita untuk mengarahkan hati dan hidup kita kepada-Nya. Roh Kudus pula mendorong kita untuk memilih yang baik dan menghindari yang jahat agar kita berbuat baik dalam perbuatan nyata sehari-hari. 


Nubuatan Nabi Yesaya sungguh terjadi karena Tuhan Yesus menghidupi dan menghayati misi-Nya di dunia ini. Sama seperti kita memohon pertolongan Tuhan namun kita tidak berusaha dan tidak melakukan apa-apa, apakah Tuhan akan menolong kita?


Pertolongan Tuhan itu wujud nyata dari kemurahan hati Tuhan dan pemberian-Nya cuma-cuma bagi kita. Pertolongan Tuhan terjadi saat kita bekerjasama dengan-Nya pada saat kita masih berusaha dalam perjuangan hidup dengan penuh kepercayaan dan berpengharapan kepada Tuhan Yesus. Di sinilah pertolongan Tuhan bekerja untuk menolong hidup kita. Kita dibebaskan dari frustasi dan putus harapan yang membuat hidup kita makin terpuruk. Dalam  usaha yang kita lakukan, kita sungguh percaya Tuhan menolong kita setiap hari dan kemurahan hati Tuhan terjadi dalam hidup kita. Buktinya itu kita masih dipercaya nafas kehidupan oleh-Nya. 


Sering kali Tuhan menolong dengan cara yang tidak kita mengerti. Tuhan menolong dengan cara-Nya sendiri. Tuhan menolong kita tepat pada waktu-Nya dan sesuai dengan kehendak-Nya. Inilah bukti belas kasih dan kemurahan hati Tuhan dalam  perjuangan hidup kita sehari-hari lewat orang-orang di sekitar kita.


Saudara-saudari terkasih

Tetaplah berusaha dalam perjuangan hidupmu

Tuhan Yesus menolong kita dengan cara-Nya sendiri dan lewat orang-orang di sekitar kita…

RENUNGAN HARIAN KATHOLIK 2 SEPTEMBER 2023 OBAT HATI YANG TERLUKA

*Pekan Biasa XXI* Sabtu, 2 September 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I : 1 Tes 4: 9 - 11 Bacaan Injil: Mat 25: 14 - 30
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Apa yang terjadi saat kita mendapatkan hibah atau pinjaman modal usaha tapi modal usaha itu kita habiskan untuk hal-hal konsumtif (Modal usaha itu dihabiskan untuk berbelanja hidup sehari-hari atau untuk hobi saja)? Ya, tentu modal usaha itu akan habis dan kita tidak menghasilkan apa-apa. Pemberi modal usaha bisa kapok dan tidak percaya lagi dengan kita karena kita hanya bisa menghabiskan uang dan tidak bisa mengembalikan modal kerjanya. Inilah yang dilihat tuan pemberi talenta. Talenta di sini bukan bakat atau yang bisa dibuat tapi mata uang seperti uang rupiah. Untuk kedua hamba, dua hamba memakai talenta itu sungguh untuk modal usaha sehingga dari usahanya, ia mendapatkan untung atau laba dua kali lipat dari modal usahanya. Namun, ada satu hamba yang menyia-nyiakan kepercayaan tuannya. Ia tidak memakai modal usaha itu untuk mengembangkan usaha melainkan talenta itu dikubur di tanah sehingga ia tidak menghasilkan apa-apa. Ia malas dan jahat kepada tuannya. Akhirnya, talenta itu diberikan kepada dua orang yang mengembangkan usahanya dan seorang hamba itu dihukum oleh tuannya. Kita pun bisa menjadi seperti seorang hamba yang malas dan jahat itu. bahkan kita bisa lebih parah darinya karena kita menghabiskan modal usaha yang ada untuk hal yang tidak produktif dan kita _ngemplang_ atau tidak bisa mengembalikan pinjaman modal itu. Saat ini, kita bisa menjadi seperti hamba itu. Tuhan sudah memberikan nafas kehidupan dan kesempatan untuk mengembangkan diri dan untuk bertobat. Namun, kita sendiri memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa, memilih untuk menjauhi dan memutuskan hubungan dengan Tuhan dengan berbagai alasan. Walau kita berbuat seperti itu, apakah Tuhan langsung berhenti mencintai kita dan berhenti memberi kesempatan kepada kita untuk bertobat? Jawabannya tidak. Selama kita masih diberi nafas kehidupan, Tuhan Yesus sangat rindu menantikan kedatangan kita ke pangkuan-Nya. Oleh sebab itu, bertobatlah dan datanglah kepada Tuhan Yesus selagi kita masih bernafas dan kembangkanlah hidupmu. Saudara-saudari terkasih Bertobatlah dan kembangkanlah hidupmu Tuhan Yesus memberi apa yang kita butuhkan…

RENUNGAN HARIAN KATHOLIK 7 SEPTEMBER 2023 BERTOLAK LAH LEBIH DALAM BERSAMA TUHAN YESUS

 *Pekan Biasa XXII* Kamis, 7 September 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I ...