Benner
Renungan harian katholik Bacaan Injil : Luk 24: 13 - 35
*Hari Minggu Paskah III*
23 April 2023
Sebelum membaca renungan hari ini,
mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:
Bacaan I : Kis 2: 22 - 33
Bacaan II : 1 Ptr 1: 17 - 21
Bacaan Injil : Luk 24: 13 - 35
*<<>>*
Saudara-saudari terkasih
Seperti anak ayam kehilangan induknya, seperti itu juga saat seseorang kehilangan arah hidup. Orang bisa kehilangan arah hidup itu bisa disebabkan oleh banyak hal: kehilangan pekerjaan, ditinggal selamanya orang tua atau kekasih, kehilangan hp, mengalami kegagalan, dll. Bila orang terhanyut dalam apa yang buruk atau yang membuat sakit hati mendalam yang dialami, hidupnya menjadi hampa dan tidak bergairah.
Hari ini, dua murid Tuhan Yesus pulang kampung Emaus. Setelah kematian Tuhan Yesus di kayu Salib, mereka kehilangan arah hidup. Mereka sudah punya harapan bahwa Tuhan Yesus akan membebaskan bangsa Israel dari penjajah bangsa Romawi. Setelah kehilangan arah hidup, mereka memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Hidup mereka menjadi tidak bermakna lagi karena harapan mereka sudah pupus.
Di dalam perjalanan ke Emaus, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka berdua. Walau mereka sudah sekian lama mengikuti-Nya, mereka tidak mengenali-Nya. Mata mereka terhalangi dengan hilangnya harapan di hati.
Saat sudah mendekati desa Emaus, mereka mengajak Tuhan Yesus untuk menginap bersamanya. Di saat Tuhan Yesus mengadakan perjamuan makan, Ia mengambil roti, mengucap berkat, memecah roti dan memberinya pada mereka, terbukalah mata hati mereka. Mereka kembali bisa mengenali Tuhan Yesus yang bangkit.
Kita bisa bertanya: sebenarnya apa yang terjadi pada kedua murid itu? Sebelumnya perjamuan makan, harapan yang hilang menjadi penghalang mata hati mereka untuk mengenali-Nya. Sesudah perjamuan makan, hilanglah penghalang itu. Mata mereka terbuka. Iman dan harapan kepada Tuhan Yesus kembali di hati mereka. Hati mereka kembali terarah kepada Tuhan Yesus yang bangkit.
Saat ini pun, kita bisa menjadi seperti kedua murid Emaus. Kita kehilangan iman dan harapan kepada Tuhan Yesus yang bangkit, karena banyak hal: kecewa, sakit hati, terluka, trauma, terbelenggu kesalahan masa lalu, hidup serasa di titik nadir atau titik terendah dalam hidup, ditinggal orang yang dikasihi, dikucilkan, dijebak, difitnah, dan yang lainnya. Semua itu bisa menjadi penghalang mata hati kita untuk mengenali Tuhan Yesus yang bangkit dalam hidup keseharian kita.
Sekarang ini, Tuhan Yesus pun memberi obatnya: perjamuan Ekaristi. Pada perjamuan Ekaristi, Tuhan Yesus yang sengsara, mati di kayu Salib dan yang bangkit sungguh dihadirkan kembali secara nyata. Saat kita sungguh mempersembahkan yang menghalangi mata hati, mengarahkan hati kita penuh iman dan harapan, kita sungguh berjumpa dan bersatu dengan Tuhan Yesus yang bangkit. Hati kita dicelikkan-Nya dan hidup kita dipulihkan-Nya. Inilah yang dikehendaki Tuhan Yesus.
Saudara-saudari terkasih
Persembahkanlah hati yang remuk dan terluka pada perjamuan Ekaristi
Tuhan Yesus mencelikkan hati dan memulihkan hidup kita…
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
RENUNGAN HARIAN KATHOLIK 7 SEPTEMBER 2023 BERTOLAK LAH LEBIH DALAM BERSAMA TUHAN YESUS
*Pekan Biasa XXII* Kamis, 7 September 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I ...
-
*Hari Biasa Pekan III Paskah* Kamis, 27 April 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Ba...
-
*Pekan Biasa XXI* Jumat, 1 September 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I ...
-
*Pekan Biasa VI* Rabu, 15 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar