Benner
Hadirlah dan santaplah Roti Hidup Surgawi dalam perayaan Ekaristi Tuhan Yesus memberi hidup-Nya
*Hari Biasa Pekan III Paskah*
Kamis, 27 April 2023
Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:
Bacaan I : Kis 8: 26 - 40
Bacaan Injil: Yoh 6: 44 - 51
Saudara-saudari terkasih
Kalau kita ditanya: adakah yang kekal di dunia ini? Saat kita mencari jawabannya dengan apa yang ditawarkan oleh dunia, kita tidak akan menemukannya. Karena tidak ada yang kekal di dunia ini yang bisa ditawarkan oleh dunia. Oleh seba itu, kita butuh mencari jawabannya pada pribadi Tuhan Yesus.
Hari ini, kita bisa menemukan salah satu jawabannya dari apa yang dikatakan Tuhan Yesus: “Akulah Roti Hidup.” Tuhan Yesuslah Roti Hidup, Roti Hidup yang turun dari surga. Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya di Kayu Salib untuk menebus dan menyelamatkan kita.
Tuhan Yesus pun sudah memberi kenangan kekal dan abadi kepada kita semua. Kenangan abadi itu ada dalam perayaan Ekaristi atau misa. Setiap ada imam yang merayakan perayaan Ekaristi atau misa di dunia ini, Tuhan Yesus memberikan diri seutuh-Nya untuk kita yang berdosa ini. Saat misa, kurban salib-Nya dihadirkan secara nyata dan sekarang ini. Tubuh dan Darah yang sama dihadirkan kembali sekarang ini dan nyata. Inilah Roti Hidup abadi yang diberikan-Nya kepada kita semua sampai akhir zaman.
Saat ini, Tuhan Yesus mengundang dan memanggil nama kita satu persatu untuk menyambuh Tubuh dan Darah-Nya yang kudus dalam setiap perayaan Ekaristi. Roti hidup itu menyembuhkan dan memberi kekuatan kepada kita semua dalam perjuangan hidup sehari-hari.
Saudara-saudari terkasih
Hadirlah dan santaplah Roti Hidup Surgawi dalam perayaan Ekaristi
Tuhan Yesus memberi hidup-Nya sehabis-habisnya dan menghidupkan kita setiap hari setiap waktu…
Hidupilah Tuhan Yesus dalam hidup sehari-hari
*Pesta St Markus - Penulis Injil*
Selasa, 25 April 2023
Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:
Bacaan I : 1 Ptr 5: 5b - 14
Bacaan Injil: Mrk 16: 15 - 20
*<<>>*
Saudara-saudari terkasih
Bapak, ibu dan adik-adik pertama kali tahu Tuhan Yesus darimana? Jawaban dari pertanyaan ini bisa bervariasi: dari bapak, dari ibu, dari saudara atau famili, dari teman, dari kenalan, dari sahabat, dari pasangan hidup, dari berita-berita, dari internet, dari mimpi didatangi Tuhan Yesus atau Bunda Maria, dan yang lainnya. Sampai saat ini, kita mengimani Tuhan Yesus yang bangkit.
Hari ini, Tuhan Yesus mengutus para Murid-Nya untuk pergi ke seluruh dunia dan mewartakan Injil atau Kabar Gembira. Karena para murid melakukan dan menghidupi perutusan-Nya ke seluruh dunia, kita yang sekarang ini dapat mengimani dan menghidupi Tuhan Yesus dalam hidup sehari-hari.
Saat ini pun, Tuhan Yesus juga mengutus kita untuk mewartakan Kabar Gembira dan menghidupi Tuhan Yesus dalam hidup sehari-hari. Saat kita sungguh menghidupi-Nya, kita ikut serta mewartakan Kabar Gembira-Nya. Orang bisa melihat Tuhan Yesus turut bekerja dalam setiap perbuatan kita.
Saudara-saudari terkasih
Hidupilah Tuhan Yesus dalam hidup sehari-hari
Tuhan Yesus turut bekerja dalam perbuatan baik…
Terimalah dan bersyukurlah atas kehilanganmu Disanalah Cinta Tuhan Yesus dan kemurahan hati-Nya
*Hari Biasa Pekan III Paskah*
Rabu, 26 April 2023
Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:
Bacaan I : Kis 8: 1b - 8
Bacaan Injil: Yoh 6: 35 - 40
Saudara-saudari terkasih
Kehilangan sesuatu menjadi bagian dari hidup kita. Yang membedakannya seberapa berarti dan berharganya yang hilang itu bagi kita. Contohnya seseorang baru kehilangan sepeda yang baru dibeli. Ya, orang itu bisa sedih karena kehilangan sepeda motor baru. Namun, ia akan jauh lebih sedih, saat yang hilang itu sepeda yang punya nilai sejarah. Bahkan dalam hidup, kita perlu kehilangan yang menurut kita berarti seperti waktu tidur pagi agar kita mendapatkan yang jauh lebih berharga: bisa pergi ke Gereja untuk berjumpa dan bersatu dengan Tuhan Yesus sendiri.
Hari ini, Tuhan Yesus menegaskan bahwa siapa saja yang diberikan Allah Bapa kepada-Nya dan ia datang kepada-Nya, ia tidak akan dibuang-Nya. Inilah janji Tuhan Yesus kepada kita semua. Ada satu syarat yang perlu kita hidupi: kita datang kepada Tuhan Yesus dengan menghidupi Firman-Nya dalam hidup sehari-hari. Tidak hanya sekedar berkata-kata saja namun dengan perbuatan nyata sehari-hari. Tuhan Yesus segala-galanya bagi hati dan hidup kita.
Saat terjadi kehilangan sesuatu dalam hidup, disanalah cara Tuhan mendidik dan mendewasakan iman dan harapan di dalam hati dan hidup kita. Disanalah juga Cinta Tuhan dan kemurahan hati-Nya, kita temukan dan hidupi. Apa yang sekarang kita anggap berharga dan berarti, suatu saat menjadi tidak berarti dan tidak berharga lagi karena kita menemukan yang sejati, yang maha berharga: Tuhan Yesus sendiri.
Saudara-saudari terkasih
Terimalah dan bersyukurlah atas kehilanganmu
Disanalah Cinta Tuhan Yesus dan kemurahan hati-Nya kita temukan dan hidupi…
Renungan harian katholik Bacaan Injil : Luk 24: 13 - 35
*Hari Minggu Paskah III*
23 April 2023
Sebelum membaca renungan hari ini,
mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:
Bacaan I : Kis 2: 22 - 33
Bacaan II : 1 Ptr 1: 17 - 21
Bacaan Injil : Luk 24: 13 - 35
*<<>>*
Saudara-saudari terkasih
Seperti anak ayam kehilangan induknya, seperti itu juga saat seseorang kehilangan arah hidup. Orang bisa kehilangan arah hidup itu bisa disebabkan oleh banyak hal: kehilangan pekerjaan, ditinggal selamanya orang tua atau kekasih, kehilangan hp, mengalami kegagalan, dll. Bila orang terhanyut dalam apa yang buruk atau yang membuat sakit hati mendalam yang dialami, hidupnya menjadi hampa dan tidak bergairah.
Hari ini, dua murid Tuhan Yesus pulang kampung Emaus. Setelah kematian Tuhan Yesus di kayu Salib, mereka kehilangan arah hidup. Mereka sudah punya harapan bahwa Tuhan Yesus akan membebaskan bangsa Israel dari penjajah bangsa Romawi. Setelah kehilangan arah hidup, mereka memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Hidup mereka menjadi tidak bermakna lagi karena harapan mereka sudah pupus.
Di dalam perjalanan ke Emaus, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka berdua. Walau mereka sudah sekian lama mengikuti-Nya, mereka tidak mengenali-Nya. Mata mereka terhalangi dengan hilangnya harapan di hati.
Saat sudah mendekati desa Emaus, mereka mengajak Tuhan Yesus untuk menginap bersamanya. Di saat Tuhan Yesus mengadakan perjamuan makan, Ia mengambil roti, mengucap berkat, memecah roti dan memberinya pada mereka, terbukalah mata hati mereka. Mereka kembali bisa mengenali Tuhan Yesus yang bangkit.
Kita bisa bertanya: sebenarnya apa yang terjadi pada kedua murid itu? Sebelumnya perjamuan makan, harapan yang hilang menjadi penghalang mata hati mereka untuk mengenali-Nya. Sesudah perjamuan makan, hilanglah penghalang itu. Mata mereka terbuka. Iman dan harapan kepada Tuhan Yesus kembali di hati mereka. Hati mereka kembali terarah kepada Tuhan Yesus yang bangkit.
Saat ini pun, kita bisa menjadi seperti kedua murid Emaus. Kita kehilangan iman dan harapan kepada Tuhan Yesus yang bangkit, karena banyak hal: kecewa, sakit hati, terluka, trauma, terbelenggu kesalahan masa lalu, hidup serasa di titik nadir atau titik terendah dalam hidup, ditinggal orang yang dikasihi, dikucilkan, dijebak, difitnah, dan yang lainnya. Semua itu bisa menjadi penghalang mata hati kita untuk mengenali Tuhan Yesus yang bangkit dalam hidup keseharian kita.
Sekarang ini, Tuhan Yesus pun memberi obatnya: perjamuan Ekaristi. Pada perjamuan Ekaristi, Tuhan Yesus yang sengsara, mati di kayu Salib dan yang bangkit sungguh dihadirkan kembali secara nyata. Saat kita sungguh mempersembahkan yang menghalangi mata hati, mengarahkan hati kita penuh iman dan harapan, kita sungguh berjumpa dan bersatu dengan Tuhan Yesus yang bangkit. Hati kita dicelikkan-Nya dan hidup kita dipulihkan-Nya. Inilah yang dikehendaki Tuhan Yesus.
Saudara-saudari terkasih
Persembahkanlah hati yang remuk dan terluka pada perjamuan Ekaristi
Tuhan Yesus mencelikkan hati dan memulihkan hidup kita…
Renungan katholik Bacaan Injil: Yoh 6: 22 - 29
*Hari Biasa Pekan III Paskah*
Senin, 24 April 2023
Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:
Bacaan I : Kis 6: 8 - 15
Bacaan Injil: Yoh 6: 22 - 29
*<<>>*
Saudara-saudari terkasih
Kalau bapak-ibu ditanya: bapak-ibu bekerja keras itu untuk siapa? Jawaban utama dan pertama-tama itu untuk keluarga di rumah, untuk anak-anak. Asal asap dapur mengepul. Baru setelah ini, bapak-ibu menjawab dengan berbagai macam kebutuhan dan keinginan. Kerja menjadi sarana pemenuhan kebutuhan keluarga.
Hari ini, Tuhan Yesus mengingatkan banyak orang yang datang berbondong-bondong setelah Ia memberi makan lima ribu orang. Orang banyak itu hanya mencari Tuhan Yesus karena sudah makan roti dan kenyang. Orang banyak itu tidak mencari pribadi Tuhan Yesus.
Kita pun bisa menjadi seperti orang banyak itu. Kita datang kepada Tuhan Yesus hanya karena pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan keinginan-keinginan kita yang tanpa batas. Namun, saat doa-doa kita tidak dikabulkan, kita bisa kecewa dan marah kepada Tuhan. Lalu kita _mutung_ dan sudah tidak mau berdoa, tidak mau ke Gereja bahkan kita sudah tidak mau mengakui Yesus sebagai Tuhan. Padahal baptisan kita itu bersifat kekal. Sekali kita dibaptis, jiwa kita menjadi milik Tuhan Yesus selama-lamanya.
Saat ini, Tuhan Yesus juga mengingatkan kita semua. Kita datang kepada Tuhan Yesus itu yang utama dan pertama-tama itu karena pribadi Tuhan Yesus yang sudah menebus dan menyelamatkan kita. Kita bekerja itu bukan semata-mata hanya untuk pemenuhan kebutuhan keluarga dan pemenuhan keinginan kita. Kita bekerja itu untuk ikut serta karya penciptaan Tuhan yang masih bekerja sampai sekarang ini. Kita juga bekerja untuk Tuhan dan untuk kebaikan kita bersama. Inilah yang dikehendaki Tuhan Yesus.
Saudara-saudari terkasih
Datanglah kepada-Nya dan bekerjalah segiat-giatnya untuk Tuhan
Tuhan Yesus turut bekerja dalam pekerjaanmu dan apa yang kita kerjakan…
Langganan:
Komentar (Atom)
RENUNGAN HARIAN KATHOLIK 7 SEPTEMBER 2023 BERTOLAK LAH LEBIH DALAM BERSAMA TUHAN YESUS
*Pekan Biasa XXII* Kamis, 7 September 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I ...
-
*Hari Biasa Pekan III Paskah* Kamis, 27 April 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Ba...
-
*Pekan Biasa XXI* Jumat, 1 September 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I ...
-
*Pekan Biasa VI* Rabu, 15 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I ...




