Benner

Renungan harian katholik beramal dan berdermalah kepada orang yang membutuhkan

*Hari Kamis Sesudah Rab Abu* 23 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:  Bacaan I     : Ul 30: 15 - 20 Bacaan Injil : Luk 9: 22 - 25
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Ada ungkapan mengatakan: “Uang bukan segala-galanya tapi sekarang untuk hidup, semuanya butuh uang”. Oleh karena itu, orang berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup dan gaya hidupnya. Namun, kita bisa bertanya: apakah dengan memiliki segala yang ada di dunia ini, jiwa kita diselamatkan? Hari ini, Tuhan Yesus menunjukkan jalan keselamatan-Nya saat orang mengikuti-Nya: “ Setiap orang mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku.” Kita bisa melihat dari kata-kata Tuhan Yesus bahwa bukan dengan harta dan uang melimpah, kita diselamatkan. Kita diselamatkan-Nya dengan menyangkal diri (tidak mengikuti ego), memanggul Salib penderitaan perjuangan hidup harian kita dan tetap setia mengikuti Tuhan Yesus sampai garis akhir kehidupan. Harta benda yang kita punya dan miliki itu anugrah dari Tuhan. Karena itu, kita perlu untuk peduli dan berbagi dengan orang lain yang situasi dan kondisi hidupnya ada di bawah kehidupan kita saat ini. Pada orang miskin dan orang membutuhkan, Tuhan Yesus hadir dan ada dalam diri mereka. Saat kita berderma dengan tulus, hati kita sedikit demi sedikit dibersihkan dan dimurnikan oleh Tuhan. Saudara-saudari terkasih Beramal dan berdermalah pada orang yang miskin dan orang membutuhkan Tuhan Yesus membersihkan dan memurnikan hati kita…

Renungan harian katholik RABU ABU 22 Febuari 2023

*Hari Rabu Abu* 22 Februari 2023 *Pantang dan Puasa* - *Pemberkatan dan Pembagian Abu* *Pembagian Abu kepada Umat di Stasi bisa dilakukan* *setelah Rabu Abu sampai hari Sabtu* *sebelum misa Hari Minggu Prapaskah I* *Selamat memasuki masa Reret Agung bersama Tuhan Yesus*
Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I : Yl 2: 12 - 18 Bacaan II : 2 Kor 5: 20 - 6: 2 Bacaan Injil : Mat 6: 1 - 6. 16 - 18 *<<>>* Saudara-saudari terkasih “Reward and Punishment” atau “Hadiah dan hukuman” itu sebuah perlakuan untuk memperbaiki perilaku seseorang. Contohnya: untuk anak-anak yang ogah-ogahan belajar. Agar bisa semangat dan rajin belajar, guru atau orang tua bisa mengiming-imingi sesuatu. Kalau anak-anak bisa dapat nilai bagus dan naik kelas, guru atau bapak-ibu akan memberi hadiah yang disenangi atau yang diminta. Atau pun karyawan suatu instansi, perusahaan, toko sering terlambat kerja, bapak-ibu sebagai atasan atau yang punya toko bisa memberi hukuman: tidak mendapat uang makan, tidak dapat uang kehadiran atau yang lainnya. Dan kalau mereka tidak berubah, bapak-ibu bisa memberhentikan dari pekerjaan. Perbaikan perilaku ini dipengaruhi faktor dari luar. Namun, apakah ada jaminan orang akan berubah? Hari ini, Tuhan Yesus menunjukkan bahwa yang tersembunyi, hati kita, itulah yang terpenting bagi-Nya. Saat kita memberi sedekah diketahui orang lain, tanpa kita sadari, kita sudah pamer dan sudah mendapatkan upah. Saat kita berpuasa pun dalam hidup harian, kita tetap beraktivitas sedia kala. Kalau kita menunjukkan sedang berpuasa kepada orang lain, kita sudah mendapatkan upah. Tuhan Yesus menghendaki yang tersembunyi, hati kita. Karena dari hatilah muncul segala yang baik maupun yang buruk. Dari hati, kita bisa berbuat baik. Kita bisa semakin dekat dan bersatu dengan Tuhan. Dari hati pula, kita bisa merencanakan segala yang jahat dan buruk. Kita bisa semakin menjauh dan memisahkan diri dari Tuhan. Dalam masa Prapaskah ini, Retret Agung ini, Tuhan Yesus menghendaki kita untuk mengoyak hati dan berbalik kepada-Nya yang pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Kalau kita hanya mengoyak pakaian, kita bisa ganti pakaian saja. Namun, hati kita tetap menjauh dan memisahkan diri dari Tuhan. Hati kita tetap penuh dengan rencana jahat dan buruk kepada orang lain. Termasuk pemberian “hadiah dan hukuman”, untuk mendapatkan hadiah dan menghindari hukuman, kita hanya merekayasa perilaku saja namun hati kita tetap merencanakan yang jahat dan buruk. Hati kita tetap menjauh dan memisahkan diri dari Tuhan yang pengasih dan penyayang. Saat kita mengoyak hati, kita bisa melihat dengan jelas dan apa adanya: kebaikan dan keburukan, kekuatan dan kelemahan kita. Apa saat ini kita sedang mendekat kepada Tuhan atau kita sedang menjauh dan memisahkan diri dari Tuhan? Di momen inilah, Tuhan Yesus mengundang dan memanggil kita kembali untuk berbalik kepada-Nya. Kita bawa hati dan hidup kita sebagai persembahan hidup kepada Tuhan. Kita semakin menyadari keberdosaan dan kodrat kita sebagai manusia. Untuk hidup, kita butuh Tuhan yang hidup. Tuhan yang hidup, berbelas kasih dan bermurah hati mengampuni dan menerima kita apa adanya. Saudara-saudari terkasih Jawablah undangan dan panggilan pertobatan-Nya Koyaklah hatimu dan berbaliklah kepada Tuhan Tuhan Yesus mengampuni dan menerimamu apa adanya…

Renungan harian katholik Selasa 21 Febuari 2023,Layanilah orang yang kita jumpai dengan cintaNya

*Pekan Biasa VII* Selasa, 21 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I : Sir 2: 1 - 11 Bacaan Injil : Mrk 9: 30 - 37
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Menjadi yang terhebat, menjadi yang terpopuler atau menjadi yang terbesar itu dambaan sebagian orang. Tidak semua orang mau menjadi seperti itu. Untuk mencapainya, orang-orang itu bisa menggunakan segala cara. Namun, tak disadari, ia bisa memisahkan diri dari yang lainnya sampai pada satu titik, ia akan mengalami sangat kesepian dan sangat sendirian. Hanya kehampaan yang mengisi hatinya. Hari ini, Tuhan Yesus tidak menghendaki para murid dan kita semua masuk pada kehampaan itu. Tuhan Yesus menghendaki kita mempunyai hati seperti anak kecil yang antusias dekat dan bergantung pada orang tuanya. Saat hati kita bergantungkan pada Tuhan, bukan kesepian, bukan sendirian dan bukan kehampaan yang penuhi hati dan hidup, melainkan Tuhan Yesus sendirilah mengisi dan memenuhi hati dan hidup kita dengan Cinta-Nya. Tuhan Yesus menjadi sumber dan pusat hidup kita. Saat ini, Tuhan Yesus memanggil kita untuk memiliki hati yang bersumber dan berpusat pada-Nya. Agar setiap apa yang kita katakan, apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan dan apa yang kita perbuat, semuanya itu untuk Tuhan Yesus. Kita menjadikan Tuhan Yesus sebagai sumber dan pusat hati, hidup dan keluarga kita. Saudara-saudari terkasih Layanilah orang yang kita jumpai dengan Cinta-Nya Tuhan Yesus meneguhkan pelayanan kita…

Renungan harian katholik Senin,20 Febuari 2023 , kekuatan doa begitu luar biasa

*Pekan Biasa VII* Senin, 20 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:  Bacaan I     : Sir 1: 1 - 10 Bacaan Injil : Mrk 9: 14 - 29
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Kekuatan doa begitu luar biasa. Dengan berdoa, orang bisa lebih dekat dan bersatu dengan Tuhan. Namun sayangnya, ada orang sulit berdoa, tidak bisa berdoa atau tidak mau berdoa. Bila kesulitan terjadi, orang lebih memilih pergi mencari kekuatan lain selain Tuhan Yesus. Hari ini, para murid tidak bisa mengusir roh yang membuat bisu. Akhirnya, Tuhan Yesus melihat anak itu. Tuhan Yesus menegor keras roh itu untuk pergi dan tidak kembali lagi pada anak itu. Lalu Tuhan Yesus memegang tangan anak itu dan sembuh. Para murid bertanya pada-Nya: mengapa mereka tidak dapat mengusir roh itu? Jawab Tuhan Yesus: jenis ini hanya bisa diusir dengan doa. Saat ini, kita diajak Tuhan Yesus untuk berdoa kepada-Nya. Dengan berdoa, relasi kita dengan Tuhan menjadi semakin dekat dan bersatu dengan-Nya. Kita menjadikan Tuhan Yesus sumber dan pusat hati dan hidup. Kita dibimbing, dipelihara, dirawat dan dijaga-Nya. Hati dan hidup kita disembuhkan, dipulihkan dan dicukupi Tuhan Yesus. Saudara-saudari terkasih Berdoalah kepada-Nya Tuhan Yesus segalanya bagi hati, hidup dan keluarga kita…

Renungan harian katholik Sabtu 18 Febuari 2023,HADIRKANLAH KELAMATAN-NYA DALAM KESEHARIANMU

*Pekan Biasa VI* Sabtu, 18 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I : Ibr 11: 1 - 7 Bacaan Injil : Mrk 9: 2 - 13
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Kita sering mendengar ungkapan ini: semakin tinggi pohon, semakin besar angin menerpa. Semakin tinggi jabatan dan status seseorang, semakin tinggi pula godaan, fasilitas dan tuntutan yang di terima. Hal berbeda ditunjukkan oleh Tuhan Yesus hari ini. Di atas gunung sebelum memasuki kota Yerusalem, Tuhan Yesus dimuliakan atau ditinggikan oleh Allah Bapa. Tuhan Yesus diakui sebagai Anak yang dikasihi-Nya. Saat Tuhan Yesus dimuliakan atau ditinggikan bukan untuk mendapatkan status, bukan untuk mendapat jabatan, bukan untuk mendapat banyak kemudahan atau fasilitas dan bukan untuk popularitas. Tuhan Yesus ditinggikan atau dimuliakan di atas gunung sebagai tanda nantinya Ia akan ditinggikan di Kayu Salib, kematian-Nya di Kayu Salib. Saat ini, kita diajak Tuhan Yesus untuk memaknai kembali saat kita berada dalam situasi “ditinggikan” atau “dimuliakan” dengan jabatan, dengan status, dengan harta kekayaan, dengan fasilitas, dengan kemudahan dan dengan popularitas. Saat kita dalam situasi ini, kita tidak hanyut dan jatuh pada kenikmatan atau kemudahan semata. Kita diajak Tuhan Yesus untuk merenungkan kembali, semua situasi dan kondisi yang kita nikmati saat ini sebagai anugrah dari Tuhan yang tiba-tiba bisa diambil kembali oleh Tuhan. Seperti Tuhan Yesus yang ditinggikan untuk menebus dan menyelamatkan kita dari dosa, kita pun dipanggil Tuhan Yesus untuk menyelamatkan orang-orang yang ada di sekitar kita, orang-orang yang kita jumpai. Kita juga dipanggil Tuhan Yesus untuk memperjuangkan kebaikan bersama dan bersedia untuk menderita bagi Tuhan Yesus (Mat 5: 11-12). Saat kita sungguh melakukannya, kita menghadirkan keselamatan-Nya dalam hidup sehari-hari. Dan saat perjuangan kita sampai di garis akhir, Tuhan Yesus sudah menyediakan tempat bagi kita di Kerajaan Surga. Saudara-saudari terkasih Hadirkanlah keselamatan-Nya sampai garis akhir hidup dalam keseharianmu Tuhan Yesus sudah menyediakan tempat bagi kita di Kerajaan Surga… Saudara-saudari terkasih

Renungan harian katholik Jumat 17 Febuari 2023,Akuilah Tuhan Yesus Dengan Bangga

*Pekan Biasa VI* Jumat, 17 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I : Kej 11: 1 - 9 Bacaan Injil : Mrk 8: 34 - 9: 1
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Sering kali di banyak kesempatan kita bisa malu untuk membuat tanda salib sebelum dan sesudah doa atau sebelum dan sesudah makan. Terlebih, kita akan lebih malu saat kita berada di daerah yang fanatik. Penyebab rasa malu ini, kita “gak PD” mengakui iman akan Tuhan Yesus. Rasa malu itu memunculkan rasa takut dan kuatir kalau terjadi apa-apa pada kita dan keluarga. Hari ini, Tuhan Yesus pun malu mengakui kita di hadapan Bapa-Nya jika kita sendiri malu mengakui Tuhan Yesus di depan orang. Kita bisa bertanya: mengapa Tuhan Yesus bisa malu mengakui kita di hadapan Bapa-Nya? Jawabannya sederhana: karena rasa malu itu bisa memunculkan rasa penolakan dan penyesalan karena sudah menjadi orang Katolik. Bahkan, rasa malu itu bisa mendorong kita untuk menolak Tuhan Yesus sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup. Penolakan dan penyesalan ini bisa muncul di hati tanpa kita sadari. Efek dari penolakan dan penyesalan ini, hati kita bisa meninggalkan Tuhan Yesus. Kita memisahkan diri dari Tuhan Yesus. Saat ini, Tuhan Yesus meminta kita untuk mengakui-Nya dengan tindakan nyata sehari-hari, termasuk kita bangga membuat tanda Salib. Kebanggaan ini dapat menjadikan kita saksi iman akan Tuhan Yesus dimana pun kita berada. Saudara-saudari terkasih Akuilah Tuhan Yesus dengan bangga Tuhan Yesus pun bangga mengakui kita di hadapan Bapa-Nya… Saudara-saudari terkasih

Renungan harian katholik Kamis 16 Febuari 2023 BUKALAH HATIMU

*Pekan Biasa VI* Kamis, 16 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:  Bacaan I     : Kej 9: 1 - 13 Bacaan Injil : Mrk 8: 27 - 33
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Mengenal lebih dalam itu menjadi salah satu tanda prang mencintai dan mengasihi pasangannya. Demikian juga dengan Petrus hari ini. Petrus menjawab dengan tepat siapa Tuhan Yesus sebenarnya. Tuhan Yesus itu mesias yang sudah dinanti oleh bangsa Israel. Jawaban Petrus itu anugrah dari Allah Bapa baginya. Hati Petrus terbuka pada Tuhan Yesus. Hati terbuka ini membawa pengenalan lebih mendalam Tuhan Yesus. Itu menjadi bukti bahwa Petrus mencintai dan mengasihi Tuhan Yesus. Saat ini pun, Tuhan Yesus menanti jawaban iman kita dalam perbuatan nyata. Siapakah Aku ini menurutmu? Jawaban Petrus menjadi teladan jawaban iman yang nyata bagi kita. Kita pun diajak untuk meneladani Petrus untuk membuka hati kepada Tuhan Yesus. Hati kita yang terbuka pada Tuhan membawa  kita pada pengenalan lebih mendalam Tuhan Yesus. Inilah salah satu tanda kita mencintai dan mengasihi-Nya. Saudara-saudari terkasih Bukalah hatimu Tuhan Yesus siap memasuki hatimu lebih mendalam… Saudara-saudari terkasih

Renungan harian katholik Rabu 15 Febuari 2023 SETIALAH DALAM PROSES HIDUP SAMPAI AKHIR

*Pekan Biasa VI* Rabu, 15 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I : Kej 8: 22 - 26 Bacaan Injil : Mrk 8: 22 - 26
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Proses penyembuhan itu butuh waktu. Contohnya: seorang yang sakit flu. Untuk sembuh, orang itu butuh istirahat yang cukup. Walau sudah minum obat, tapi kalau orang itu masih kurang istirahat, proses penyembuhannya lebih lama. Proses penyembuhan berjalan dengan baik saat kita bisa istirahat dengan baik. Hari ini, Tuhan Yesus menyembuhkan seorang buta di Betsaida. Orang buta itu disembuhkan dengan proses yang dilakukan Tuhan Yesus. Pertama, Tuhan Yesus memegang tangannya. Kemudian Tuhan Yesus meludah di mata orang itu dan meletakan tangannya di atasnya. Lalu, Tuhan Yesus meletakkan tangan-Nya lagi di mata orang itu, seketika, ia disembuhkan. Orang buta itu setia pada proses. Saat ini pun, Tuhan Yesus mengajak kita untuk setia pada proses hidup. Dalam proses hidup entah senang, entah sedih, entah pahit dan getir. Tuhan Yesus bekerja dalam kelemahan dan kekurangan kita. Tuhan Yesusn melembutkan hati dan hidup. Saudara-saudari terkasih Setialah pada proses hidup sampai akhir Tuhan Yesus setia sertai kita sampai akhir zaman… Saudara-saudari terkasih

Renungan rohani katolik 13 Febuari 2023 TUHAN YESUS MENGAJAK KITA SETIA SAMPAI GARIS AKHIR KEHIDUPAN KITA

*Pekan Biasa VI* Senin, 13 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I : Kej 4: 1 - 15. 25 Bacaan Injil : Mrk 8: 11 - 13
lagu rohani katolik paling menyentuh hati *<<>>* Saudara-saudari terkasih Untuk menyakinkan dan menghilangkan keraguan dalam hati, sering kali kita meminta tanda kepada Tuhan. Terlebih, saat kita hendak membuat keputusan penting dalam hidup. Contohnya: seseorang yang naik jabatan dan dipindah di luar kota, ia bisa berdoa: Tuhan, apakah aku harus pindah rumah? Atau seorang calon manten yang hendak melangsungkan janji perkawinan bisa berdoa: Tuhan, apakah dia ini jodoh yang berasal darimu? Atau seseorang yang baru membuka usaha, ia bisa berdoa: Tuhan, apakah pekerjaan baru ini bisa memberi penghidupan bagi keluarga? Semakin kita ragu, semakin kita meminta tanda dan jawaban dari Tuhan. Berbeda dengan kita yang sedang ragu dan mencari jawaban hari ini. Orang Farisi berusaha mencobai Tuhan Yesus. Mereka meminta tanda dari sorga. Apa yang mereka minta ini malah membuktikan kedegilan dan kebebalan hati mereka. Sebelumnya, Tuhan Yesus sudah banyak membuat tanda dan mujizat di hadapan mereka. Tanda dan mukjizat itu tidak mengubah hati mereka sedikit pun. Malah mereka menolak Tuhan Yesus. Hati mereka tertutup. Kita pun bisa menjadi seperti orang Farisi. Saat hati kita ragu dan butuh diyakinkan. Kita meminta tanda dari Tuhan. Saat kita merasa Tuhan sudah diberi tanda. Hati kita menjadi tenang dan damai. Namun, saat kita merasa Tuhan masih belum memberi tanda atau tidak memberi tanda, hati kita menjadi bimbang dan gelisah. Saat ini, Tuhan Yesus mengajak kita untuk setia mengikuti-Nya sampai garis akhir kehidupan. Diberi tanda atau tidak, apapun yang terjadi dalam hidup kita: ingatlah Janji Tuhan Yesus! Tuhan Yesus menyertai kita sampai akhir zaman. Inilah bukti nyata Cinta Tuhan kepada kita dalam hati dan hidup. Saudara-saudari terkasih Setialah mengimani-Nya dalam perbuatan sampai garis akhir kehidupan Tuhan Yesus menyertai kita sampai akhir zaman…

Renungan rohani katolik Minggu 12 fubuari 2023 TUHAN YESUSLAH PENDIDIK SEJATI KITA

*Hari Minggu Biasa VI* Minggu, 12 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini,  mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:  Bacaan I      :Sir 15: 15 - 20 Bacaan II     : 1 Kor 2: 6- 10  Bacaan Injil  : Mat 5: 17 - 37 
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Menjadi seorang pendidik tidaklah mudah. Seorang pendidik saat mengajar atau mengatakan sesuatu, apa yang ia katakan dan ajarkan itu dilakukan juga dalam perbuatan sehari-hari. Napak-ibulah menjadi pendidik iman dan kehidupan pertama dan utama dalam keluarga bagi anak-anak. Seperti saat bapak-ibu meminta anak-anak untuk pergi ke Gereja untuk merayakan perayaan Ekaristi atau misa, tapi bapak-Ibu sendiri tidak pergi ke Gereja, anak-anak bisa bertanya balik: _wong_ bapak-ibu _gak_ pergi ke Gereja, _ngapain_ aku berangkat ke Gereja. Dari sini kita bisa melihat bahwa menjadi pendidik itu, kita semua diharapkan apa yang kita katakan dan ajarkan juga menjadi apa yang kita perbuat dalam hidup sehari-hari. Hari ini, Tuhan Yesus menegaskan bahwa Ia datang ke dunia ini bukan untuk menghapus Hukum Taurat. Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk menggenapi Hukum Taurat. Apa yang dikatakan dan diajarkan Tuhan Yesus tentang Hukum Taurat, Ia lakukan dalam hidup sehari-hari. Tuhan Yesuslah orang yang mengatakan dan mengajarkan Hukum Taurat dengan perbuatan hidup-Nya sehari-hari. Bahkan, Tuhan Yesus memaknai kembali Hukum Taurat yang sudah menjadi aturan dan adat istiadat buatan manusia. Hukum Taurat yang ada menjadi aturan belaka dan pedoman hidup yang dingin. Tuhan Yesus mengembalikan “Roh” dari Hukum Taurat, yaitu Roh Cinta Kasih Allah kepada manusia. Manusianyalah yang jauh lebih penting dari sekedar peraturan belaka. Roh Cinta Kasih Allah kepada kita manusia yang berdosa. Cinta kasih-Nya tiada taranya. Tuhan Yesuslah pendidik sejati kita. Tuhan Yesus mengajarkan dan menghadirkan Kerajaan Allah. Tuhan Yesus menghadirkan Kerajaan Surga untuk kita orang berdosa. Saat ini, setiap orang yang sudah dibaptis termasuk kita semua dipanggil Tuhan Yesus untuk menjadi pendidik iman dan pendidik kehidupan yang sejati. Kesejatian iman dan hidup kita berpusat dan bersumber pada Tuhan Yesus sendiri. Apa yang kita katakan, ajarkan dan lakukan, semua itu meluap dari hati kita yang berpusat dan bersumber pada Tuhan Yesus sendiri. Hati kita arahkan kepada Tuhan Yesus agar Ia membimbing dan menguatkan hati kita dalam perjuangan hidup sehari-hari. Saudara-saudari terkasih Perbuatlah apa yang kita katakan dan ajarkan Tuhan Yesus membimbing dan menguatkan hati dan hidup kita…

Renungan rohani katolik Sabtu ,11 febuari 2023 HARI ORANG SAKIT SEDUNIA

*Pekan Biasa V* *Hari Orang Sakit Sedunia* Sabtu, 11 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I : Kej 3: 9 - 24 Bacaan Injil : Mrk 8: 1 - 10
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Sering kali apa yang dilihat manusia, bukan itu yang dilihat Allah. Seperti saat kita mengalami masa-masa sulit dalam hidup, mau kita, kesulitan itu cepat terselesaikan. Namun, apa yang kita maui itu belum tentu bisa terwujud. Saat hal itu terjadi, kita bisa kehilangan kesabaran dan kehilangan arah hidup. Hari ini, apa yang dilihat para murid, bukan itu yang dilhat Tuhan Yesus. Sampai para murid menjawab: bagaimana di tempat sunyi ini orang dapat memberi mereka makan roti sampai kenyang? Dan hanya tujuh roti yang ada pada murid. Apa yang dilihat Tuhan Yesus sangat berbeda dengan apa yang dilihat para murid dan kita semua. Bagi Tuhan Yesus, tujuh roti itu lebih dari cukup. Tuhan Yesus mengambil tujuh roti itu. Ia mengucap syukur lalu pmemecahkannya dan memberikan kepada para murid untuk dibagikan ke orang banyak. Merekas kenyang semua. Saat ini, Tuhan Yesus mengajak kita semua untuk memberikan tujuh roti”: persoalan hidup, hati kita yang terluka dan hancur, setiap anggota keluarga, pekerjaan, pelayanan, teman dan sahabat kepada Tuhan Yesus. Dengan ucapan syukur yang tulus dari hati, kita mempersilahkan Tuhan Yesus memecah hidup kita agar kita bisa membagi sukacita Tuhan dengan tulus kepada orang yang hidup berdampingan dengan kita. Niscaya, Tuhan Yesus beri yang terbaik dan buka jalan rejeki untuk kita semua. Saudara-saudari terkasih Berilah “tujuh roti” hati dan hidup kita kepada Tuhan dengan ucapan syukur dari hati dan orang yang kita jumpai Tuhan Yesus memberi yang terbaik untuk kita semua…

Renungan harian katholik, Jumat 10 Febuari 2023 bacaan Injil : mrk 7 : 31-37 BUKALAH HATIMU KEPADA TUHAN

*Peringatan Wajib - St Skolastika, Perawan* Jumat, 10 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I : Kej 3: 1 - 8 Bacaan Injil : Mrk 7: 31 - 37
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Saat anak kecil mengalami kegelisahan entah karena apa, pelukan dari bapak-ibu itu bisa menenangkan, menyembuhkan dan memberi rasa aman pada anak. Pelukan ini juga bisa mempererat dan memperdalam ikatan batin antara bapak-ibu dan anak-anak. Demikian juga Tuhan Yesus dalam menyembuhkan orang yang tuli dan gagap yang memohon kesembuhan kepada-Nya hari ini. Untuk menyembuhkannya, Tuhan Yesus memasukan jari-Nya ke telinga orang itu. Lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. Sentuhan tangan Tuhan Yesus pada telinga dan lidahnya disertai kata “Efata” yang artinya terbukalah menyembuhkan orang itu. Saat ini pun, Tuhan Yesus hendak menyembuhkan kita semua dari sakit-penyakit, luka hati dan sakit hati, trauma masa lalu dan kepahitan yang pernah kita alami. Kita yang mau disembuhkan-Nya datang kepada-Nya memohon untuk disembuhkan seperti apa yang dilakukan oleh orang tuli dan gagap itu. Kita memohon dengan rendah hati, penuh iman dan kepercayaan kepada-Nya untuk disembuhkan seperti orang tuli dan gagap itu. Terlebih, kita juga mau membuka hati kepada orang-orang di sekitar kita: setiap anggota keluarga, orang yang kita jumpai, orang yang pernah melukai dan menyakiti hati kita. Lewat mereka juga, Tuhan Yesus mau menyembuhkan kita. Kita membiarkan Tuhan Yesus mengubah cara pandang, mengubah hati dan menyembuhkan hati serta memulihkan hidup kita dan keluarga. Saudara-saudari terkasih Bukalah hatimu kepada Tuhan dan orang-orang terdekat dan orang yang kita jumpai Tuhan Yesus menyembuhkan hati dan hidup kita lewat mereka…

Renungan rohani katolik 8 Febuari 2023 jadikan Tuhan Yesus sebagai pusat kehidupanmu

*Pekan Biasa V* Rabu, 8 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I : Kej 2: 4b - 9. 15 - 17 Bacaan Injil : Mrk 7: 14 - 23
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Hati menjadi bagian dari manusia yang begitu penting. Dari hati bisa muncul kebaikan maupun keburukan. Kita bisa peduli kepada orang lain. Kita bisa menolong dan bermurah hati kepada orang lain. Kita bisa berjumpa dan bersatu dengan Tuhan Yesus. Namun, dengan hati pula, kita bisa berbuat segala yang jahat dan buruk.kita bisa jatuh dalam dosa dan semakin menjauh dari Tuhan. Hari ini, Tuhan Yesus menunjukkan kecenderungan hati manusia. Bukan yang masuk ke dalam tubuh yang menajiskan, melainkan apa yang keluar dari mulut kita. Lalu bagaimana caranya agar yang keluar dari mulut kita itu yang baik dan membangun? Jawaban dari pertanyaan ini sederhana: kita jadikan Tuhan Yesus pusat dan sumber hidup. Agar bisa menjadikan Tuhan Yesus pusat dan sumber hidup, kita mohon anugrah dari Tuhan sendiri agar Tuhan Yesus memenuhi dan menguasai hati kita setiap hari setiap saat. Saat kita jatuh dalam dosa, kita mohon pengampunan Tuhan lewat Imam-Nya. Kita juga rela mengampuni orang yang sudah melukai dan menyakiti hati. Kita peduli dan memberi pertolongan kepada orang membutuhkan. Pada waktu-Nya sendiri, Tuhan Yesus melegakan, menyembuhkan dan memberi hati kita kekuatan-Nya agar kita tetap melangkah ke depan dengan penuh harapan. Saudara-saudari terkasih Jadikanlah Tuhan Yesus pusat dan sumber hati dan hidupmu Tuhan Yesus mendekapmu dengan Cinta-Nya…

Renungan rohani katolik 7 Febuari 2023,Makalah setiap tindakan atau kegiatan rohanimu

*Pekan Biasa V* Senin, 7 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:  Bacaan I     : Kej 1: 20 - 2: 4a Bacaan Injil : Mrk 7: 1 - 13
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Sering kali kita melakukan sesuatu yang kita sendiri belum tentu tahu makna yang terkandung di dalamnya. Seperti kita membuat tanda salib sebelum atau sesudah makan atau melakukan aktivitas. Saat kita ditanya, apa makna dibalik tanda salib itu? Belum tentu orang Katolik tahu makna tanda salibnya. Namun, saat kita berusaha mencari tahu makna dibalik tanda salib, kita akan menemukan jawabannya. Kita membuat tanda salib itu untuk melibatkan Tuhan dalam setiap aktivitas hidup harian. Kita juga diingatkan akan iman Allah Tritunggal. Saat kita tidak tahu maknanya, kita bisa jatuh pada tindakan lahiriah saja. Tangan kita tanda salib, hati kita tanda tanya. Hari ini, Tuhan Yesus mengecam orang Farisi dan para ahli Taurat. Mereka dikecam karena mereka hanya mementingkan tindakan lahiriah manusia dalam aturan dan adat istiadat buatannya sendiri. Namun, hati mereka menjauh dari Tuhan. Bahkan mereka menolak Tuhan Yesus yang jelas-jelas menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini. Saat ini, kita diajak Tuhan Yesus untuk memaknai setiap tindakan atau kegiatan rohani yang kita lakukan. Kita diajak untuk memaknai agar setiap kita melakukan tindakan atau kegiatan rohani, kita dihantar semakin dekat, semakin dalam dan bersatu dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus lah pusat dan sumber hati dan hidup kita. Saudara-saudari terkasih Maknailah setiap tindakan atau kegiatan rohanimu Tuhan Yesus sumber dan pusat hati dan hidup kita…

Renungan rohani katolik 6 feb 2023,Datanglah pada Tuhan Yesus dengan penuh iman Tuhan Yesus menyembuhkan kita

*Peringatan Wajib - St Paulus Miki, Imam dkk - Martir* Senin, 6 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I : Kej 1: 1 - 19 Bacaan Injil : Mrk 6: 53 - 56
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Adanya fenomena orang yang dapat menyembuhkan bisa membuat orang berbondong-bondong mendatangi orang itu. Contohnya: Si A dapat menyembuhkan dengan pijat. Atau si B dapat menyembuhkan orang dengan aliran listrik, dll. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang sakit ingin sembuh dengan cepat. Demikian juga Tuhan Yesus, kemana pun Ia pergi, banyak orang datang berbondong-bondong minta disembuhkan. Bahkan, asal menjamah jubah-Nya saja, semua orang sembuh. Saat ini pun, kita bisa datang kepada Tuhan Yesus untuk disembuhkan dari sakit-penyakit, kelemahan dan kekurangan diri, luka dan sakit hati, trauma masa lalu, beban hati yang selama ini dipendam, dll. Kita juga tetap berusaha untuk sembuh dengan berobat ke dokter, mempunyai pola dan gaya hidup sehat. Kita datang kepada-Nya karena Tuhan Yesuslah tabib kita yang ajaib. Kita memohon dengan penuh iman kesembuhan dari-Nya. Saudara-saudari terkasih Datanglah pada Tuhan Yesus dengan penuh iman Tuhan Yesus menyembuhkan kita…

Renungan rohani katolik Hati Tuhan Yesus berbelas kasih kepada banyak orang dan kita semua

*Pekan Biasa IV* Sabtu setelah Jumat Pertama - Sabtu Imam Sabtu, 4 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:  Bacaan I : Ibr 13: 15 - 17. 20 -21 Bacaan Injil : Mrk 6: 30 - 34
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Banyak orang menanggap kalau _orang gak tegaan_ itu tidak cocok menjalankan bisnis karena dalam dunia bisnis, bisnis itu kejam. _Orang gak tegaan_ akan dengan mudah meng-iya-kan permintaan siapa saja termasuk pelanggannya entah itu persoalan hutang, atau memberi sesuatu  tanpa memperhitungkan dengan sungguh dan tanpa memikirkan efeknya bagi bisnisnya. Karena itu, sebagian orang berkata: _Orang gak tegaan_ itu tidak cocok berbisnis. Hari ini, Hati Tuhan Yesus tergerak belas kasihan setelah melihat begitu banyak orang mengikuti dan menanti kedatangan-Nya dari perahu. Belas kasih itu menggerakkan Hati Tuhan Yesus untuk berbuat sesuatu bagi banyak orang itu. Hati yang berbelas kasih itu seperti gembala yang _ngemong_, menjaga, memelihara dan menghantar domba-domba ke padang rumput yang hijau. Hati Tuhan Yesus berbelas kasih kepada banyak orang dan kita semua. _Orang yang tegaan_ itu bisa jadi ia sudah kehilangan Belas Kasih Allah dalam hatinya. Atau mereka menomor sekiankan Belas Kasih Allah dalam hatinya sehingga ia mampu berbuat sadis dan kejam pada dirinya sendiri dan orang lain. Orang seperti inilah orang yang haus jamahan Belas Kasih Allah yang lembut. Saat ini, Tuhan Yesus yang berbelas kasih membuka hati-Nya untuk kita semua entah pada _orang yang tegaan_ atau _orang gak tegaan_. Tuhan Yesus memberi anugrah-Nya agar kita bisa bijak dalam menyikapi hidup. Disinilah kita menghidupi dan membagikan Belas Kasih Allah dalam hidup sehari-hari. Saudara-saudari terkasih Bukalah hatimu Belas Kasih Allah menyembuhkan dan mendorong hati kita untuk berbuat sesuatu kepada orang-orang yang membutuhkan dan yang kita jumpai…

Renungan harian katholik *Pekan Biasa IV* Jumat, 3 Februari 2023

*Pekan Biasa IV* Jumat, 3 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:  Bacaan I     : Ibr 3: 1 - 8 Bacaan Injil : Mrk 6: 14 - 29
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Sekali orang berbohong, untuk menutupi kebohongannya, orang akan membuat kebohongan yang lain. Kita bisa bertanya: mengapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya sederhana: karena orang punya kecenderungan takut malu bila kebohongannya terbongkar. Hal ini menunjukkan bahwa sesuatu yang ditutup-tutupi itu bisa jadi akan memberi aib bagi dirinya. Hari ini, karena takut malu di hadapan tamu-tamu undangannya, raja Herodes meng-iya-kan permintaan anak Herodias yang meminta kepala Yohanes Pembaptis. Sebenarnya, raja Herodes segan dengan Yohanes Pembaptis karena ia tahu bahwa Yohanes Pembaptis orang yang benar dan suci. Karena takut malu, raja Herodes membuat keputusan yang fatal. Seharusnya, raja Herodes masih bisa menolak permintaan anak Herodias.  Saat ini, Tuhan Yesus mengajak kita untuk mengakui dengan jujur apa yang sudah terjadi. Walau dengan pengakuan jujur, ada resiko yang bakal kita tanggung. Pengakuan jujur ini membawa kita pada penerimaan siatuasi dan kondisi yang ada. Dengan pengakuan jujur, kita bisa terlepas dari berbohong. Kita bisa sembuh dari luka hati dan trauma yang menghantui selama ini. Tuhan Yesus menerima kita apa adanya. Saudara-saudari terkasih Akuilah dengan jujur Tuhan Yesus membebaskan dan menyembuhkan rasa bersalah dan rasa takut malu di hatimu dan hidupmu… lagu lagu rohani:

Renungan rohani katolik *Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah* Kamis, 2 Februari 2023

*Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah* Kamis, 2 Februari 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini:  Bacaan I     : Mal 3: 1 - 4  Bacaan II    : Ibr 2: 14 - 18 Bacaan Injil : Luk 2: 22 - 40
*<<>>* Saudara-saudari terkasih Kalau saat ini Tuhan Yesus datang di hadapan kita lalu bertanya: Apa yang akan kamu persembahkan kepada-Ku? Pada Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah dan waktu pentahiran tiba, Bunda Maria dan Bapa Yosef membawa Tuhan Yesus ke Yerusalem. Kita bisa bertanya: apa tujuan Bunda Maria dan Bapa Yosef membawa-Nya ke Yerusalem? Jawaban dari pertanyan ini sederhana: Bunda Maria dan Bapa Yosef  membawa-Nya untuk menyerahkan dan mempersembahkan Bayi Yesus kepada Allah Bapa.   Lalu apa yang akan kita persembahkan kepada Tuhan Yesus? Kita bisa mempersembahkan yang terbaik pada Tuhan Yesus dari apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan, apa yang kita perbuat, hidup dan hati kita kepada-Nya. Kita persembahkan apa yang terbaik dalam diri. Terlebih, kita bisa mempersembahkan keluarga kita masing-masing kepada-Nya: bapak-ibu, papa-mama, orang tua, anak-anak, kakek-nenek. Inilah persembahan yang terbaik dan dikehendaki Tuhan dalam perayaan Ekaristi dan hidup. Persembahan hidup kita dan keluarga kepada Tuhan Yesus. Saudara-saudari terkasih Persembahkanlah hati dan hidupmu serta keluargamu kepada Tuhan Tuhan Yesus menerima persembahan terbaikmu…

RENUNGAN HARIAN KATHOLIK 7 SEPTEMBER 2023 BERTOLAK LAH LEBIH DALAM BERSAMA TUHAN YESUS

 *Pekan Biasa XXII* Kamis, 7 September 2023 Sebelum membaca renungan hari ini, mari kita membaca terlebih dulu Bacaan hari ini: Bacaan I ...